Akhlak terhadap Orang tua

Oleh : Suhartono Setiawan, S.Pd.I

 

Islam menekankan pentingnya seorang muslim menjaga akhlak kepada orang tua. Bahkan, dalam sebuah ayat, Allah swt menyandingkan perintah berbakti kepada orang tua, dengan perintah taat kepada-Nya.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah sesuatu selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak” (QS. Al-Isra’:20)

Dalam hadis Abdullah bin Umar, Rasulullah berpesan: “Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Ibnu Hibban dan Hakim)

Jelas sekali Islam mengajarkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua, mencari ridanya, dan menjauhi murkanya, karena dengan cara itulah rida Allah akan turun dan murka-Nya akan menjauh.

Berikut ini merupakan tuntunan akhlak kepada orang tua.

  • Menaati Perintah Orang Tua

Manusia penting menaati perintah orang tua karena pada hakikatnya tidak ada orang tua yang menginginkan keburukan bagi anak-anaknya. Jadi, apapun perintah mereka, tak lain adalah bentuk kecintaan yang tulus tanpa pamrih.

Keutamaan taat kepada orang tua melebihi keutamaan berjihad di jalan Allah, sebagaimana disitir dalam hadis Abdullah bin Mas’ud r.a.:

“Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: ‘Amalan apakah yang paling utama?’ Beliau menjawab: ‘Shalat tepat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah.” (H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah.)

  • Menolak Perintah Bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan Cara Baik dan Beretika

Kadang-kadang, karena keterbatasan pengetahuan dan keimanan, orang tua memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah maupun Rasulullah. Maka, dalam keadaan semacam ini, kita diperintahkan menolak dengan cara-cara yang baik.

Allah berfirman dalam Q.S. Luqman ayat 15:

“Dan bila keduanya memaksamu menyekutukan-Ku dengan apa pun yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya, jangan kamu mematuhi keduanya, dan tetap pergauli keduanya di dunia dengan baik…”

Asma binti Abu Bakar berkata bahwa suatu hari, ia didatangi oleh ibunya yang masih musyrik. Maka, Asma meminta fatwa kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, ibuku mendatangiku dan menginginkan aku berbuat baik kepadanya. Apakah aku boleh menyambung persaudaraan dengannya?” Rasulullah menjawab: “Ya, sambunglah.” (Diceritakan dalam HR. Bukhari dan Muslim)

  • Berkata Sopan dan Tidak Melukai Hati

Hendaknya setiap muslim menjaga adab berbicara kepada orang tua dengan menggunakan bahasa yang baik, kalimat yang sopan, dan tidak menyakiti hati.

Allah berfirman dalam Q.S. Al Isra’ ayat 24:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah doa: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.”

Amr bin Murah Al-Juhani menceritakan, ada sahabat yang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah yang akan kudapatkan seandainya aku selalu shalat lima waktu, puasa Ramadhan, membayar zakat, dan berhaji ke Baitullah?” Rasulullah menjawab, “Orang yang melakukan semua itu akan dikumpulkan dengan para nabi, siddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih, kecuali mereka yang menyakiti kedua orangtuanya.”

  • Merawat Orang Tua Lanjut Usia dengan Sabar dan Ikhlas

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Isra’ ayat 23:

“… Bila salah satu dari keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut di sisimu, maka janganlah kamu katakan: “uhf!” dan jangan pula menghardik, dan katakan kepada mereka perkataan yang mulia!”

Adalah kewajiban bagi anak untuk merawat orang tuanya yang telah lanjut usia. Apabila seseorang mendapati orang tua dalam perawatannya, janganlah bersikap buruk, baik dengan ucapan maupun tindakan. Hendaklah ia bersikap lembut, penuh kasih sayang, dan mengucapkan kalimat-kalimat yang menenangkan.

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Kehinaan, kemudian kehinaan, kemudian kehinaan.” Ada yang bertanya: “Siapa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapa saja yang mendapati orangtuanya ketika telah lanjut usia, salah satunya atau keduanya, namun hal itu tidak membuatnya masuk surga.”

  • Tidak Mencela Orang Tua atau Mencela Orang Tua Orang Lain yang Menyebabkan Orang Lain Mencela Orang Tua Kita

Rasulullah bersabda: “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya.” Lantas sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apakah mungkin seseorang mencela kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Ya. Dia mencela bapak orang lain, lalu orang tersebut mencela bapaknya.” (HR. Muslim)

  • Mendoakan Orang Tua Semasa Hidupnya dan Setelah Meninggal Dunia

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, yang bersumber dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, bahwa seorang laki-laki dari Bani Salamah datang kepada Rasulullah, dan bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau bersabda: “Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampun, menunaikan janjinya, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan-kawan mereka.”

Begitulah Islam menganjurkan umatnya untuk berbuat baik kepada orang tua dalam keadaan apapun, dalam keadaan beriman maupun kafir, dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam keadaan hidup maupun sudah meninggal.

Wallahu a’lam bishawab.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: